Macam-Macam Diagram Alir
Selain bentuk dasarnya, flowchart memiliki beberapa jenis sesuai dengan penggunaannya di dunia nyata.
👩🏫 Secara Formal:
Terdapat 5 jenis flowchart utama yang sering digunakan:
- System Flowchart: Bagan yang menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari sebuah sistem dan urutan prosedurnya.
- Document Flowchart (Paperwork): Bagan alir formulir yang menunjukkan arus pergerakan dokumen/laporan dan tembusannya antar departemen.
- Schematic Flowchart: Mirip dengan system flowchart, tetapi menggunakan gambar/ilustrasi perangkat (komputer, server) agar lebih mudah dipahami orang awam.
- Program Flowchart: Bagan yang menjelaskan rincian logika dan instruksi program komputer (sering digunakan programmer).
- Process Flowchart: Bagan alir proses yang biasa digunakan di teknik industri untuk menganalisis suatu proses produksi atau prosedur perangkat lunak.
Analogi Jaman Now: Petunjuk Perakitan PC
"Kalau kamu beli PC rakitan, buku manual yang isinya simbol teknis kelistrikan itu ibarat Program Flowchart. Tapi, kalau manualnya digambar pakai ikon obeng, ikon RAM, dan gambar kotak PC asli, itu adalah Schematic Flowchart agar lebih gampang dipahami oleh perakit pemula!"
Lab: Cocokkan Flowchart!
Klik satu kartu TIPE dan satu kartu DEFINISI untuk mencocokkan. Pasangkan semuanya hingga selesai.
Pseudocode
Menulis algoritma layaknya manusia, namun terstruktur layaknya mesin.
👩🏫 Secara Formal:
Pseudocode adalah notasi yang menyerupai bahasa pemrograman tingkat tinggi (seperti C atau Pascal), namun bebas dari aturan sintaks ketat seperti titik koma (;) atau format keluaran. Keuntungannya adalah mudah diterjemahkan (ditranslasi) ke dalam kode asli karena strukturnya sudah hampir sama.
Aturan Penulisan Pseudocode:
1. Judul Algoritma
Nama singkat dan deskripsi/spesifikasi di dalam kurung kurawal { }.
2. Deklarasi
Mendefinisikan nama variabel/peubah yang akan dipakai beserta tipe datanya (misal: integer).
3. Deskripsi
Inti algoritma, berisi read (input), write (output), dan komputasi yang dibaca dari atas ke bawah.
Analogi Jaman Now: Draf Pesan Chat
"Pseudocode itu seperti saat kamu mengetik ide tugas kelompok di note HP mu sendiri tanpa pusing mikirin EYD atau salah ketik (typo). Selama teman kelompokmu paham maksudnya saat kamu *copy-paste*, itu sudah sah! Nanti barulah dirapikan ke bahasa formal (di-coding ke bahasa C)."
Lab: Simulator Kompilasi Pseudocode
Berikut adalah Pseudocode untuk menghitung Volume Kerucut sesuai buku teks. Coba jalankan pseudocode ini!
Algoritma Volume_Kerucut { Menghitung volume kerucut dari input r dan t } Deklarasi: t : integer { tinggi } r : integer { jari-jari } v : real { volume } Deskripsi: read(t) read(r) v <-- 1/3 * 3.14 * r * r * t write(v)
Pemrograman Prosedural
Paradigma Von Neumann dan eksekusi instruksi secara beruntun.
Konsep Mesin Von Neumann
Pemrograman Prosedural didasari oleh paradigma Mesin Von Neumann (Stored Program Concept). Sistem ini menyimpan dua jenis memori: Memori Instruksi dan Memori Data. Komputer akan menjalankan instruksi satu per satu secara sekuensial (berurutan) menggunakan prosesor tunggal.
Variabel & Nilai Input
Langkah-langkah Algoritma
Mengeksekusi secara berurutan (Sekuensial)
Bahasa Pemrograman C
Bahasa C adalah contoh bahasa pemrograman prosedural klasik yang dikembangkan pada 1972 oleh Dennis M. Ritchie. Bahasa ini digunakan untuk membangun sistem operasi tangguh (UNIX, Linux, Mac OS, Android) karena mampu menghubungkan OS langsung dengan perangkat keras (hardware).
Analogi Jaman Now: Mandor Proyek
"Pemrograman prosedural itu seperti mandor (prosesor) yang memberi instruksi kepada tukang bangunan. Tukang gak boleh inisiatif kerja sendiri. Mandor memberi catatan urutan kerja: (1) Aduk semen, (2) Susun bata, (3) Siram air. Tukang harus mengerjakan urutan itu satu per satu secara beruntun."