Perintah Dasar SQL

Kelas X • Koding • Basis Data • Modul 4

Bahasa Query Terstruktur

Kuasai Perintah
SQL Dasar!

Dalam pengelolaan basis data, pemahaman terhadap perintah-perintah dasar sangatlah penting karena menjadi fondasi utama dalam berinteraksi dengan sistem manajemen basis data (DBMS).

Perintah-perintah ini digunakan untuk membuat, membaca, memperbarui, dan menghapus data dalam tabel, serta menghubungkan data dari berbagai tabel untuk memperoleh informasi yang diinginkan.

SQL
Structured Query Language
1

CREATE dan INSERT

Perintah CREATE dan INSERT merupakan dasar utama dalam membangun dan mengisi basis data. CREATE digunakan untuk membuat struktur tabel yang akan menampung data, sedangkan INSERT digunakan untuk menambahkan data ke dalam struktur tersebut.

DDL (Data Definition Language)

Perintah CREATE termasuk DDL - digunakan untuk mendefinisikan struktur database.

DML (Data Manipulation Language)

Perintah INSERT termasuk DML - digunakan untuk memanipulasi data.

a Perintah CREATE TABLE

Perintah CREATE berfungsi untuk membuat objek dalam basis data, seperti tabel. Saat membuat tabel, pengguna harus menentukan nama tabel dan struktur kolomnya, termasuk tipe data setiap kolom.

CREATE TABLE siswa (
    id INT PRIMARY KEY,
    nama VARCHAR(100),
    umur INT
);

Perintah di atas membuat tabel bernama 'siswa' dengan tiga kolom: 'id' bertipe integer sebagai primary key, 'nama' bertipe teks, dan 'umur' bertipe integer.

b Perintah INSERT INTO

Setelah tabel dibuat, pengguna dapat menambahkan data menggunakan perintah INSERT. Perintah ini menyisipkan satu atau lebih baris ke dalam tabel sesuai urutan kolom yang telah ditentukan.

INSERT INTO siswa (id, nama, umur)
VALUES (1, 'Budi', 12);

Perintah tersebut akan menambahkan data siswa dengan ID 1, nama Budi, dan umur 12 ke dalam tabel.

2

SELECT dan WHERE

Setelah data dimasukkan ke dalam basis data, langkah penting berikutnya adalah mengambil dan menampilkan data sesuai kebutuhan. Perintah SELECT digunakan untuk menampilkan data dari satu atau beberapa tabel, sedangkan klausa WHERE digunakan untuk memfilter data berdasarkan kondisi tertentu.

a Perintah SELECT

Perintah SELECT digunakan untuk mengambil data dari satu atau lebih kolom pada suatu tabel.

Menampilkan semua kolom:

SELECT * FROM siswa;

Menampilkan kolom tertentu:

SELECT nama, umur FROM siswa;

Tanda asterisk (*) berarti mengambil semua kolom. Jika ingin menampilkan kolom tertentu saja, maka gunakan nama kolom yang dipisahkan koma.

b Klausa WHERE

Klausa WHERE digunakan untuk menyaring hasil SELECT berdasarkan kondisi tertentu.

SELECT * FROM siswa
WHERE umur > 12;
Operator yang Dapat Digunakan:
= Sama dengan
< > Lebih/Kurang
AND OR Logika
LIKE IN Pattern
3

UPDATE dan DELETE

Setelah data berhasil dimasukkan dan ditampilkan, pengelolaan data selanjutnya melibatkan pengubahan dan penghapusan data yang tidak lagi relevan atau perlu diperbarui. Kedua perintah ini memerlukan kehati-hatian karena perubahan atau penghapusan data bersifat permanen.

a Perintah UPDATE

Perintah UPDATE digunakan untuk memperbarui nilai data pada kolom tertentu. Misalnya, untuk mengubah umur siswa dengan nama "Dina" menjadi 13 tahun:

UPDATE siswa
SET umur = 13
WHERE nama = 'Dina';

Penting! Selalu sertakan klausa WHERE saat menggunakan UPDATE agar perubahan hanya berlaku pada data yang dimaksud. Tanpa WHERE, semua baris dalam tabel akan diperbarui!

b Perintah DELETE

Perintah DELETE digunakan untuk menghapus baris data tertentu dari tabel. Misalnya, untuk menghapus siswa bernama "Budi":

DELETE FROM siswa
WHERE nama = 'Budi';

Seperti pada UPDATE, penggunaan WHERE sangat penting dalam DELETE. Jika WHERE tidak digunakan, semua data dalam tabel akan dihapus, yang dapat menyebabkan kehilangan data secara keseluruhan!

4

JOIN Sederhana

Dalam pengelolaan basis data, sering kali data tersebar di beberapa tabel untuk menjaga struktur dan efisiensi. Untuk menggabungkan informasi dari dua atau lebih tabel yang saling terkait, digunakan perintah JOIN. Salah satu jenis JOIN yang paling sering digunakan adalah INNER JOIN.

Visualisasi Relasi Tabel

📋 Tabel: siswa
id nama id_kelas
1 Budi 101
2 Dina 102
📋 Tabel: kelas
id nama_kelas
101 X-A
102 X-B

Tabel 'siswa' memiliki kolom 'id_kelas' yang mengacu pada kolom 'id' di tabel 'kelas' (Foreign Key)

a Contoh INNER JOIN

Untuk menampilkan nama siswa beserta nama kelasnya:

SELECT siswa.nama, kelas.nama_kelas
FROM siswa
JOIN kelas ON siswa.id_kelas = kelas.id;

Perintah ini akan menggabungkan data dari kedua tabel berdasarkan kolom yang saling berhubungan dan menampilkan hasil yang lebih informatif.

JOIN sederhana memudahkan pemrosesan data secara efisien dan terstruktur. Namun, penting untuk memastikan bahwa kolom yang digunakan untuk penggabungan memiliki keterkaitan logis dan konsisten agar tidak menghasilkan data yang tidak akurat.

SQL Playground

Interactive Lab

Database Schema

siswa
🔑 id (PK)
📝 nama
🔢 umur
🔗 id_kelas (FK)
JOIN ON
kelas
🔑 id (PK)
📝 nama_kelas

Atau klik query cepat:

Hasil Query:
id nama umur id_kelas
Tutorial Progress: 0/6
SELECT WHERE INSERT UPDATE DELETE JOIN
STUDI KASUS

Studi Kasus: Sistem Informasi Sekolah

Penerapan konsep basis data dalam dunia nyata

Penggunaan basis data dalam dunia nyata dapat ditemukan dalam berbagai bentuk aplikasi, mulai dari sistem informasi sekolah, manajemen inventaris, hingga pemrosesan data untuk keperluan analisis. Studi kasus sederhana berikut ini akan membantu memahami bagaimana konsep-konsep dasar basis data diterapkan untuk menyimpan, mengelola, serta menampilkan informasi secara sistematis dan efisien.

Studi kasus ini mencakup penggunaan perintah-perintah dasar seperti CREATE, INSERT, SELECT, hingga JOIN, serta penerapan model relasional dan desain skema sederhana. Tujuannya adalah memberikan gambaran praktis dan kontekstual mengenai manfaat basis data dalam memecahkan masalah sehari-hari.