Sebelum merakit robot yang keren, kita harus paham dulu "darahnya" elektronik: arus, tegangan, dan hambatan. Hari ini kita belajar sambil bermain!
Hubungan Tegangan, Arus, dan Hambatan
Seperti tekanan air dari tangki yang tinggi. Semakin tinggi tangki = semakin besar tegangan = semakin kuat dorongan listrik.
Seperti derasnya aliran air. Semakin banyak air yang mengalir = semakin besar arus listrik yang lewat.
Seperti penyempitan pipa. Semakin sempit pipa = semakin besar hambatan = arus makin kecil.
Klik variabel yang ingin kamu cari, lalu masukkan dua nilai lainnya!
V = I x R | I = V / R | R = V / I
Kenali "pasukan" elektronikamu!
"Polisi lalu lintas" arus listrik. Resistor membatasi berapa banyak arus yang boleh lewat, supaya komponen lain tidak terbakar.
Light Emitting Diode. Lampu super kecil dan hemat energi. Punya arah! Kaki panjang = Anoda (+), kaki pendek = Katoda (-).
Papan percobaan tanpa solder. Lubang-lubangnya sudah terhubung secara internal, jadi tinggal colok-colok saja!
"Jembatan" penghubung antar komponen dan board Arduino. Ada 3 jenis ujung:
Baca nilai resistor tanpa multimeter!
Resistor menggunakan gelang warna untuk menunjukkan nilainya. Pilih warna tiap gelang di bawah ini untuk melihat hasilnya!
| Warna | Digit | Pengali | Toleransi |
|---|---|---|---|
| Hitam | 0 | x1 | - |
| Coklat | 1 | x10 | 1% |
| Merah | 2 | x100 | 2% |
| Oranye | 3 | x1K | - |
| Kuning | 4 | x10K | - |
| Hijau | 5 | x100K | 0.5% |
| Biru | 6 | x1M | 0.25% |
| Ungu | 7 | - | - |
| Abu-abu | 8 | - | - |
| Putih | 9 | - | - |
| Emas | - | x0.1 | 5% |
| Perak | - | x0.01 | 10% |
Pahami koneksi tersembunyi di balik lubang-lubangnya
Klik tombol di bawah untuk melihat bagaimana lubang-lubang breadboard terhubung secara internal. Hijau = terhubung.
Nyalakan LED di luar board! (Bukan Built-in)
LED itu seperti penumpang yang tidak bisa menahan diri. Kalau diberi listrik langsung tanpa pembatas, dia akan "minum" terlalu banyak arus dan langsung terbakar mati. Resistor berperan sebagai pembatas arus supaya LED tetap aman.
Hasil hitung = 150 Ohm. Tapi 150 Ohm tidak ada di toko (bukan nilai standar E24). Nilai standar terdekat yang lebih besar adalah 220 Ohm. Lebih besar = lebih aman (arus lebih kecil).
Hasil hitung = 65 Ohm. Nilai standar E24 terdekat yang lebih besar adalah 68 Ohm atau 100 Ohm. Kita pakai 100 Ohm supaya lebih aman.
Hubungkan komponen sesuai diagram berikut:
Pin 8 Arduino ke kaki Resistor 220 Ohm
Kaki lain Resistor ke kaki Anoda (+) LED
Kaki Katoda (-) LED ke GND
Upload kode ke Arduino!
GPIO 23 ESP32 ke kaki Resistor 100 Ohm
Kaki lain Resistor ke kaki Anoda (+) LED
Kaki Katoda (-) LED ke GND
Upload kode ke ESP32!
// Pertemuan 2: LED Eksternal (Arduino) #define LED_PIN 8 void setup() { pinMode(LED_PIN, OUTPUT); } void loop() { // Pola: Nyala 500ms, Mati 500ms digitalWrite(LED_PIN, HIGH); delay(500); digitalWrite(LED_PIN, LOW); delay(500); }
Level up! Buktikan pemahamanmu.
Buat LED berkedip sesuai kode Morse SOS:
... --- ...
(3x pendek, 3x panjang, 3x pendek)
Gunakan 3 LED (Merah, Kuning, Hijau) dan buat pola lampu lalu lintas yang realistis!
LED merah punya forward voltage = 2V dan butuh arus = 20mA. Arduino memberikan 5V. Berapa resistor yang harus dipakai?
Sudah berhasil menyalakan LED eksternal?
Lanjut ke Pertemuan 3: Sensor & Input